http://www.wadahmakmurkencana.co.id/
http://www.wadahmakmurkencana.co.id/
http://www.wadahmakmurkencana.co.id/
http://www.wadahmakmurkencana.co.id/

Welcome To

Wadah Makmurkencana - The Chemical Company

we create, we innovate

Product list for Stretch Film

  • Lem (Adhesive)

Lem atau secara umum dikenal sebagai adhesive, merupakan sebuah senyawa polimer yang dirancang khusus untuk menggabungkan dua permukaan yang terpisah. Pisahan ini bisa diakibatkan oleh dua bahan yang berbeda atau satu bahan yang sama, namun rusak, patah atau sebab lainnya. Penggunaan lem sangat umum, terutama yang berhubungan dengan menggabungkan dua permukaan. Seperti kreativitas membuat kotak, seni menempel kertas, pengeleman sol pada kulit sepatu.

Lem atau adhesive sudah sejak lama ditemukan dalam bentuk organik, terutama dari getah tumbuhan dan lemak hewan. Bangsa mesir kuno menggunakan lemak dari telur untuk merekatkan perkamen atau surat.

Lem dapat diproduksi dari bahan alami atau sintesis. Menurut catatan sejarah, penggunaan adhesive pertama kali terindikasi mulai 2000 tahun sebelum masehi. Yaitu perekatan tiang batu menggunakan getah pohon untuk menjaga batu tidak mudah geser pada pondasi kastil atau tiang. Getah yang digunakan adalah getah pohon birch-bark. Secara sintesis, lem dapat diproduksi dengan meleburkan getah karet dengan alkohol untuk memecah rantai polymernya. Atau melarutkan poly-styrene dengan senyawa alkil-benzen guna menciptakan perekat yang kuat. Secara dasar, sebuah lem dapat dibuat dengan mencampirkan senyawa elastomer dengan senyawa termo-plastik atau lebih kepada sifat additives. Di indonesia sendiri, lem pertama kali dikenal menggunakan pemanasan getah pohon nangka atau getah bunga kamboja.

Cara Kerja Lem

Sebuah lem dikatakan bekerja ketika ia memenuhi prinsip dasar lem. Yaitu berfasa cair, kemudian ia mampu menyatukan dua permukaan dan mampu menjaga dua permukaan itu supaya tidak terpisah akibat gaya yang dibebankan kepada dua permukaan tersebut hingga titik fraksi/patahannya tercapai secara maksimal.

Jika lem harus berfasa cair, lalu bagaimana dengan selotip? Selotip berfasa padat, tidak cair. namun ketika diperhatikan pada permukaan yang merekatnya, tetap saja cair. Mengapa lem harus bersifat cair? Hal ini dimaksudkan agar molekul lem atau adhesive mudah masuk ke bagian-bagian patahan atau pisahan dari sebuah material. Sejatinya sebuah benda yang patah, akibat ikatan antar molekulnya hilang. Diharapkan dengan penambahan lem, dapat menggantikan ikatan yang hilang ini dan memberikan sumbangan rantai antar molekul baru yang lebih kuat. itulah sebabnya disebut sebagai Additive (add = penambahan).

Penerapan Lem

Walau sejatinya lem digunakan untuk merekatkan atau menggabungkan dua permukaan yang tidak sama atau tidak saling menyatu, namun saat ini banyak bermunculan perekat yang dapat digunakan secara berulang-ulang. Sebagai contoh perekat yang dipakai pada sticky note, dapat menempel pada permukaan kertas, namun mudah untuk dilepas dan dipasang kembali.

Atau pengembangan lem lain yang kini menjadi favorit adalah lem bakar. Bentuknya padat, namun perlu pemanasan agar menjadi cair. Namun dalam beberapa saat, ia akan kembali mengering dan menjadi perekat yang cukup kuat.

Rentang penggunaan lem ini sangat banyak, mulai dari keperluan sehari hari hingga ke kebutuhan pabrik. Demikian informasi sekilas tentang lem atau yang lebih dikenal sebagai adhesive. Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca artikel terkait : Slip Additives

Product Finder

You can search by product name and also by application, use, customer industry, chemical substance and availability in various countries.